Oleh: Raudya Setya Wismoko Putri, S.Pd., M.Pd

Keluarga nelayan merupakan kelompok masyarakat yang hidup di pesisir dan mengantungkan sumber daya alam yang ada di laut sebagai sumber kehidupan utama.

Masyarakat pesisir adalah sekumpulan orang yang hidup bersama-sama, tinggal dan melakukan aktifitas sosial ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya wilayah pesisir dan lautan, memiliki ketergantungan yang cukup tinggi dengan potensi dan kondisi sumber daya pesisir dan lautan sehingga membentuk dan memiliki watak dan budaya yang khas yang terkait pemanfaatan sumber daya.

Hal tersebut merupakan sebuah realitas dinamika yang terjadi di dalam keluarga nelayan. Keluarga nelayan merupakan kelompok keluarga yang secara tradisional hidup dari hasil penangkapan ikan atau kegiatan maritim lainnya seperti penangkapan kerang, cumi-cumi, atau sumber daya laut lainnya.

Baca Juga  Ketika Banjir Tak Lagi Sekadar Air: Pangkalpinang dan Perang Sunyi antara Manusia dan Alam

Mereka biasanya tinggal di pesisir atau di dekat perairan, dan mata pencaharian utama mereka adalah melaut (Putri, 2024). Pesisir sebagai tempat tinggal utama bagi keluarga nelayan menawarkan beragam aspek menarik.

Misalnya, keluarga nelayan sering kali menghadapi kondisi ekonomi yang tidak pasti akibat dari ketergantungan pada alam seperti cuaca, musim, dan ketersediaan stok ikan. Perubahan dalam faktor-faktor ini dapat menyebabkan fluktuatif dalam hasil tangkapan dan menyebabkan pendapatan nelayan cenderung tidak menentu.

Perubahan iklim seperti pemanasan global dapat mengubah pola cuaca, suhu laut, dan distribusi spesies ikan. Ini dapat mengakibatkan perubahan dalam migrasi ikan dan kelimpahan stok ikan, yang secara langsung mempengaruhi hasil tangkapan nelayan.

Baca Juga  Tinjauan Konseptual Disiplin Pegawai

Selain di pengaruhi oleh keadaan ekonomi kehidupan keluarga nelayan juga dipengaruhi oleh keadaan sosial. Basrowi dan Juariyah dalam (Samuel et al., 2023) menyatakan bahwa, keadaan sosial adalah semua orang atau manusia yang saling mempengaruhi.

Kondisi sosial yang mempengaruhi individu melalui dua cara yaitu langsung dan tidak langsung. Secara langsung seperti dalam pergaulan sehari-hari baik dalam keluarga, teman maupun dalam pekerjaan. Kondisi sosial yang sering bermasalah pada keluarga nelayan yaitu tingkat pendidikan yang rendah.