Membaca Shalawat di Hari Jumat, Berikut Pandangan Imam Syafi’i
KAJIANISLAM, TIMELINES.ID– Salah satu bentuk mengekspresikan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan memperbanyak membaca shalawat. Bahkan, mengamalkan sunah nabi dengan mencontoh pakaian dan bentuk fisiknya saja tidaklah cukup tanpa menghadiahkan shalawat kepada kanjeng Nabi.
Semasa hidupnya, Nabi Muhammad SAW bersabda dalam salah satu hadits bahwa “Orang pelit itu adalah orang yang disebut namaku tapi dia tidak mau bershalawat kepadaku,” (HR Ahmad).
البخيل من ذكرت عنده، ثم لم يصل علي
Artinya, “Orang bakhil adalah orang yang bila disebut namaku, dia tidak bershalawat kepadaku.”
Meskipun Nabi sudah tiada, kita tetap masih bisa menyampaikan salam kepada Beliau. Nabi pun akan mendengar setiap salam yang disampaikan umatnya. Bagaimana caranya? Tiada jalan lain kecuali dengan memperbanyak shalawat. Setiap shalawat yang dilantunkan umatnya didengar oleh Nabi SAW. Abdullah Ibnu Mas’ud pernah mendengar Nabi SAW bersabda sebagai berikut.
إن لله في الأرض ملائكة سياحين يبلغوني من أمتي السلام
Artinya, “Allah SWT memiliki malaikat yang berkunjung ke bumi, mereka senantiasa menyampaikan salam dari umatku,” (HR Ahmad).
Hadits ini dapat dipahami bahwa setiap shalawat yang kita lantunkan didengar oleh Nabi SAW melalui perantara malaikat. Membaca shalawat dianjurkan kapanpun dan di manapun. Namun memperbanyaknya sangat dianjurkan pada hari Jum’at, baik siang maupun malamnya.
