BANGKA TENGAH, TIMELIMES.ID — Kepala Desa Nibung bersama Kapolsek Koba, Sat Pol PP dan jajaran mendatangi kawasan lingkar tambang Merbuk, Kenari, dan Pungguk guna menghimbau masyarakat yang melakukan penambangan untuk segera menghentikan aktivitasnya.

Kades Nibung, Astiar mengatakan pihaknya tidak mau masyarakat menambang secara ilegal dan membuat masyarakat terlibat masalah hukum. Ia pun sedang berusaha meminta kejelasan, agar segera membuat peraturan yang mengatur penambangan di Merbuk, Kenari dan Pungguk.

“Kemarin kami sudah datang ke kawasan Merbuk, Kenari dan Pungguk untuk mengimbau aktivitas tambang tidak dilakukan dulu, kita juga bingung karena masyarakat butuh mencari nafkah di kondisi saat ini, sehingga juga meminta kepada pemda solusi,” terangnya, Selasa (4/6/2024).

Baca Juga  Lewat Digital Marketing, KKN Kedisinian Remodong Indah Unmuh Babel Bantu UMKM Promosikan Sirup Rosella

“Masyarakat sedang susah dan ekonomi susah. Tapi tidak mungkin kami melegalkan hal yang ilegal. Kami pemerintah desa senang kalau masyarakat bisa bekerja dan menafkahi keluarga, namun kalau terpentok masalah hukum makan sudah jatuh tertimpa tangga pula. Maka kami melakukan imbauan,” tambahnya.

Ia menegaskan, dirinya datang agar masyarakat lebih paham tentang aturan dan tidak melanggar hukum.

Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak dalam mengganggu atau menertibkan tambang, karena bukan tupoksi dari pekerjaannya.

“Kami cuma mengimbau dan mengingatkan masyarakat. Kami juga sedang berusaha, agar tanah yang masih memiliki timah tersebut bisa dikelola secara swadaya oleh desa untuk masyarakat secara legal. Entah dari pemerintah pusat melalui ESDM atau PT. Timah sendiri,” tutur Astiar.

Baca Juga  Bawaslu Bangka Tengah Ingatkan Parpol Pilih Saksi Jangan asal Comot

Ia berharap, ada kebijakan yang jelas serta regulasi yang baik, agar tak ada benturan dan juga konflik yang terjadi terkait daerah Merbuk, Kenari dan Pungguk tersebut.