KESEHATAN,TIMELINES.ID- Semakin bertambahnya usia terkadang akan lebih pilih terhadap makanan, hal ini pun berlaku saat sudah di masa lansia yang sering mengalami susah makan.

Tentunya banyak faktor kenapa para lansia ini sulit makan, ada yang pilih-pilih lauk atau bahkan ada pula yang memang tidak begitu selera lagi terhadap makanan.

Dilansir dari Hellosehat.com, Penuaan menyebabkan perubahan fisiologis (fungsi tubuh) pada orang lanjut usia, yang memengaruhi nafsu makan. Ini meliputi perubahan pada sistem pencernaan dan hormonal, fungsi indera yang terganggu, penyakit, serta penurunan kebutuhan energi.

Umumnya lansia yang berusia 65 tahun ke atas mengalami penurunan produksi air liur. Kondisi ini tidak berkaitan dengan penuaan, tapi lebih mengarah pada efek samping pengobatan, seperti mual dan muntah.

Kemudian, lansia cenderung memiliki kondisi kesehatan mulut yang buruk atau menggunakan gigi palsu yang menyulitkan mereka untuk mengunyah makanan dengan baik.

Baca Juga  Tips Beres-beres Rumah Saat Punya Anak Balita, Biar Ibu Bebas Stres

Kondisi tersebut semakin parah, karena proses pengosongan lambut pada lansia berjalan lambat, sehingga membuat perut kenyang lebih lama.

Produksi hormon ghrelin juga menurun. Hormon ini bertugas untuk mengirim sinyal pada otak untuk meningkatkan nafsu makan. Belum lagi penyakit kronis yang menyerang, membuat nafsu makan orang berusia lanjut menjadi semakin buruk.

Perubahan psikologis yang lansia alami

Orang lanjut usia yang susah makan atau tidak bisa menikmati makanan dengan baik, bisa jadi dipengaruhi oleh suasana hati dan lingkungan sosial. Gangguan mental pada lansia, seperti depresi kerap menyerang lansia.

Penyakit mental ini membuat orang lanjut usia terus menjadi sedih dan kehilangan minat pada berbagai hal, termasuk untuk makan dengan baik. Terlebih lansia yang hidup sendiri dan sudah pensiun, umumnya kesulitan untuk berbelanja dan memasak.

Baca Juga  Bagaimana Proses Diagnosis Kanker Payudara? Simak Penjelasannya

Jenis makanan untuk lansia yang susah makan

Agar nutrisi orang lanjut usia tercukupi, pilihan makanan untuk mereka yang susah makan harus diperhatikan. Sebagai keluarga yang mendampingi, Anda perlu memasukkan makanan kaya protein, vitamin, dan mineral ke dalam menu makannya setiap hari. Ini meliputi sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan daging tanpa lemak.

Meskipun pilihan makanan sudah sesuai, cara mengolah dan menyajikan makanan juga perlu perhatian. Tujuannya, agar lansia mudah mengunyah dan menelan makanan tersebut. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan.

Pilih makanan bertekstur lembut

Orang berusia lanjut yang memiliki masalah gigi atau kesulitan menelan, akan enggan untuk menyantap makanan yang teksturnya keras. Bisa jadi makanan tersebut malah membuat kondisi gigi semakin memburuk.

Baca Juga  6 Cara Nyapih pada Malam Hari, Nomor 2 Wajib Bunda Coba

Oleh karena itu, Anda bisa mengolah nasi menjadi bubur atau membuat sayur berkuah. Saat memilih buah, jangan menyajikan dalam kondisi utuh, terutama yang memiliki banyak biji.

Anda dapat mengolahnya menjadi jus buah dengan sedikit atau tanpa gula. Bisa juga memilih buah yang etksturnya lembek, seperti alpukat, buah naga, atau pepaya.

Perkecil ukuran makanan

Satu lagi yang menjadi hambatan lansia untuk menyantap makanan, yakni ukuran makanan yang mungkin terlalu besar. Jadi, akali dengan memotong sayuran menjadi lebih kecil dan tidak terlalu panjang.

Begitu juga dengan daging ayam atau sapi, lebih baik Anda sajikan dalam bentuk suwiran.