PENDIDIKAN,TIMELINES.ID- Review materi pelajaran konsep kelangsungan hidup makhluk hidup dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama akan dibahas Adaptasi Makhluk Hidup sebagai cara meneruskan kelangsungan hidupnya.

Adaptasi hewan dan tumbuhan Konsep kelangsungan hidup makhluk hidup lebih terfokus pada kelompok hewan dan tumbuhan. Dua kelompok makhluk hidup ini secara alamiah menjalani proses kelangsungan hidup.

Tujuannya agar jenisnya menjadi lestari dan tidak mengalami kepunahan maupun kelangkaan.

Artinya, hewan atau tumbuhan yang sudah langka atau punah berarti tidak dapat melangsungkan proses kelangsungan hidupnya.

Bagaimana cara hewan dan tumbuhan meneruskan kelangsungan hidup jenisnya?

Secara garis besar ada 3 cara hewan dan tumbuhan meneruskan kelangsungan hidupnya, yaitu : (a) beradaptasi dengan lingkungan dan habitatnya, (b) menjalani proses seleksi alam, dan (c) perkembangbiakan

Baca Juga  67 Tahun Dukungan Diberikan PT Timah Tbk Untuk Pendidikan Bagi Disabilitas di Babel

Adaptasi adalah proses penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungan maupun habitatnya.

Dalam hal ini, hewan maupun tumbuhan beradaptasi melalui 3 cara, yaitu adaptasi morfologis, fisiologis dan adaptasi tingkah laku.

1.Adaptasi morfologis
Penyesuaian diri makhluk hidup berdasarkan bentuk dan struktur tubuh.

Misalnya, bentuk paruh dan bentuk kaki burung (unggas) disesuaikan dengan jenis makanan dan habitatnya.

Adaptasi ini mudah diamati dari bentuk dan struktur fisik sehingga disebut sebagai adaptasi morfologis.

-Paruh burung yang pendek dan kuat, menunjukkan jenis makanannya berupa biji-bijian. Misalnya, burung nuri dan pipit.

-Paruh burung yang runcing, agak panjang, dan ujung paruh agak membengkok ke bawah menunjukkan burung tersebut berguna untuk merobek makanan berupa daging (karnivora). Misalnya burung elang.

Baca Juga  Perkembangbiakan pada Tumbuhan, Materi IPA SMP yang Perlu Kamu Tahu

-Bentuk paruh yang panjang, lebar dan agak berkantong menunjukkan jenis makanannya licin (ikan). Bentuk paruh ini memudahkannya menangkap ikan di air. Contohnya burung pelikan.

Bentuk paruh kecil, runcing dan panjang merupakan burung yang mengisap madu. Misalnya burung kolibri.

-Bentuk paruh panjang, kuat dan runcing adalah ciri burung pemakan serangga misalnya burung pelatuk.

Selain bentuk paruh, bentuk kaki pun menjadi cara bagi burung untuk beradaptasi dengan habitatnya. Misalnya:

-Burung petengger memiliki bentuk kaki panjang dan semua jari terletak pada sebuah bidang datar.

Bentuk kaki ini sesuai untuk burung yang hinggap di ranting-ranting pohon kecil. Misalnya, burung kutilang dan kakatua.

-Burung pemanjat memiliki bentuk kaki dua jari ke depan dan ke belakang. Contohnya burung pelatuk.

Baca Juga  8 Contoh Penggunaan Magnet di Bidang Teknologi