BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID — Dalam sehari, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Tengah (DLH Bateng) mampu mengangkut 10 hingga 12 ton sampah yang ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jongkong, Kecamatan Koba.

Bahkan, sampah ini bisa bertambah hingga 8 ton jika ada event tertentu.

Dengan kondisi ini ini membuat DLH Bangka Tengah mengusulkan pengembangan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).

Hal ini diungkapkan Oki Kurniawan selaku Kabid Pengelolaan Persampahan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P3KLH) DLH Bangka Tengah pada Senin, (9/9/2024) di kantornya.

“Kita hanya punya satu TPA di Jongkong seluas 35 hektar, yang mana TPA ini sampah masuk lalu dibuang, tidak ada pengolahan lebih lanjut, sehingga kita masih tahapan pengusulan pengembangan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST),” ungkap Oki, Senin (9/9/2024).

Baca Juga  Tempuh Perjalanan 34,05 KM, Pramuka SMAN 1 Namang Sukses Gelar Pelantikan Penegak dan Laksana

“Kita susun dan usulkan untuk tahun ini, karena anggaran yang dibutuhkan juga besar, sekitar Rp34 miliar untuk pembangunan, mulai dari akses jalan, gedung, sarana prasarana, IPAL dan lainnya,” sambungnya.