Inovasi Posikandu Dinas Perikanan Bateng Sudah Sumbang PAD hingga Belasan Juta

BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID — Pos Kesehatan Ikan Terpadu (Posikandu) Selawang Segantang yang merupakan laboratorium lingkungan dan kesehatan ikan milik Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) sudah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebanyak Rp13,5 juta pada Tahun 2024.

Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah, Imam Soehadi mengatakan Posikandu merupakan salah satu bentuk pelayanan publik dalam rangka pengujian, pemeriksaan maupun langka mitigasi serta pengobatan yang dilakukan untuk mencegah ikan dari serangan hama dan penyakit lainnya.

Bahkan, inovasi Posikandu ini satu-satunya dan pertama di Provinsi Bangka Belitung yang dimiliki Pemerintah Bangka Tengah untuk melayani masyarakat perikanan.

Baca Juga  Pj Gubernur Babel Bentuk Tim Khusus Kaji Ulang Perizinan Angels Wing

“Di dalam Posikandu ini kita memiliki inovasi fishcare sebagai bentuk intervensi cepat dalam rangka penanganan dan pencegahan mitigasi penyakit ikan,” ujar Imam Soehadi, pada Rabu (6/11/2024) di kantornya.

Dikatakan Imam, inovasi ini diperuntukkan kepada masyarakat, agar para pelaku usaha tidak mengalami kerugian secara ekonomi, karena ikan yang mati akibat sakit.

“Saat ini sudah banyak berkembang budidaya ikan, seperti tambak udang dan lainnya, yang mana Dinas Perikanan ikut berkontribusi, agar jika ada kejadian ikan mati di lapangan, kami akan merespon cepat,” tuturnya.

Dikatakan Imam, jika ada kasus yang sifatnya mendadak, pihaknya siap 24 jam dan bisa melalui WhatsApp, namun jika mau berkunjung ke Posikandu bisa dilakukan pada jam kerja.

Baca Juga  PT Timah Sampaikan Rencana Penambangan di Beriga, Siap Optimalkan Kontribusi untuk Negara dan Daerah

Selain itu, dalam bentuk monitoring lingkungan pihaknya memiliki gugus tugas Posikandu yang beranggotakan dokter hewan, ahli karantina dan petugas teknik serta penyuluh perikanan.

“InsyaAllah, hingga saat ini secara efektivitas kita mampu menurunkan jumlah kasus, yang mana pada 2023 ada 19 kasus penyakit ikan turun menjadi 10 kasus di tahun 2024,” tuturnya.

Diakui Imam, kontribusi Posikandu melalui fishcare ini juga diapresiasi oleh masyarakat.