Akhirnya Aku Jadi Kakek
Oleh: Indra Pirmana
Pagi itu, pukul 09.09 Wib di tempat praktik bidan Sri Rahayu Mastuti. Aku duduk termenung di luar sambil memandang langit tanpa matahari.
Di tempat praktik itu, suasana penuh kegelisahan dalam menantikan kelahiran seorang cucu pertamaku. Waktu berjalan di selimuti rasa gelisah campur haru saat berada di tempat itu. di situlah tempat aku berada sekarang, menunggu proses persalinan yang semakin mendekat.
Aku berulang-ulang kali melihat jam dinding. Aku mondar-mandir menunggu kabar baik karena rasa gelisah selalu menyelimutiku.
Aku hanya memohon dalam hati mudahkanlah persalinan anak kami. “Dengan muka penuh cemas dan rasa gelisah.”
Tiba-tiba, suara tangisan bayi terdengar dari ruangan yang ku tunggu sangat menggema. Seorang perawat menghampiriku.
“Pak, ada kabar baik. Selamat ya, Pak, cucunya sudah lahir dengan selamat dan ibunya sehat,” ucap pegawai di tempat praktik itu dengan nada pelan.
Jantung serasa bergetar kencang mendengar kata-kata itu. Ucapan yang terdengar sederhana, namun bagiku, itu adalah sesuatu yang paling istimewa di dunia ini.
Aku tersenyum bahagia. Adzan zuhur berkumandang dari corong pengeras suara musala. Suasana mengundang ketenangan seolah menjadi saksi atas lahirnya cucu pertama.
Momen tersebut bisa terasa sangat, sangat, dan sangat istimewa seiring dengan suara adzan, yang akan membawa harapan baik.
Semoga cucu pertama ini bisa menjadi kebanggaan keluarga, serta selalu diberikan keberkahan dalam hidupnya, dan bisa menjadi penulis hebat dari Bangka Selatan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 seperti kakeknya, ” ucapnya dalam hati.
“Akhirnya, aku jadi Kakek.” ucap aku dalam hati sambil tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur terima kasih ya Allah SWT, terima kasih ya Allah SWT, terima kasih ya Allah SWT atas semua nikmat dan telah memberikan kelancaran dalam persalinan anak kami.
Saat mendengar kata-kata dari perawat di tempat praktik tadi, secepat kilat aku berlari ke ruangan untuk melihat wajah cucu pertama ku, dengan penuh bahagia dan rasa syukur.
Alhamdulillah ,terima kasih ya Allah SWT, cucu pertama kami berjenis kelamin Perempuan.”
“Selamat datang di dunia indah ini, cucu pertama ku,” dengan bisikan lembut.
