Oleh: Dr Darus Altin

Fort Toboaly yang kita kenal sekarang sebagai Benteng Toboali memiliki sejarah panjang di dalamnya. Sejak dibangun tahun 1825, hingga kini ditetapkan sebagai Cagar Budaya di Kabupaten Bangka Selatan.

Hanya sangat disayangkan, sekarang benteng Toboali hanya menyisakan reruntuhannya dan sudah ditempeli akar-akar pohon di dinding benteng. Sehingga jika kita berkunjung ke benteng tersebut, masih belum utuh sepenuhnya informasi tentang benteng dan kandungan sejarah di dalamnya.

Seperti, ada celah-celah lobang sekitar dinding tempat meriam. Namun meriamnya tidak ada. Atau ruang-ruang tertentu yang tertulis dalam sejarahnya, namun tidak ada ruang dan informasi lengkapnya di dalam kawasan benteng tersebut.

Kurang lengkapnya informasi sejarah benteng tersebut, tentunya membuat para wisatawan belum mendapatkan kepuasan dari kunjungan mereka. Di sinilah perlu langkah-langkah strategis yang diwujudkan dalam bentuk Revitalisasi benteng Toboali tersebut.

Baca Juga  Polres Basel Gelar Upacara HUT ke-79 Bhayangkara di Benteng Toboali

Rintisan-rintisan kegiatan yang telah dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi terkait Benteng Toboali tentunya patut kita apresiasi. Salah satu bentuk apresiasi tersebut seharusnya memiliki keberlanjutan. Seakan-akan ada yang terputus atas rintisan dalam pengenalan benteng Toboali dari BPCB Jambi tersebut. Untuk itulah, layak kita membicarakan keberlanjutan ke depan untuk mencapai utuhnya bangunan peradaban tersebut.

Aspek keberlanjutan tersebut semestinya tertuang dalam tindakan-tindakan nyata. Pemerintah kabupaten Bangka Selatan dapat menjadi trigger dalam upaya mendorong keberlanjutan Benteng Toboali untuk menjadikan destinasi wisata sejarah di Bangka Belitung. Sangat disayangkan suatu aset bersejarah, namun belum terkelola secara maksimal.

Keterbatasan pendanaan dari APBD Kabupaten Bangka Selatan tentunya salah satu kendala yang dihadapi pemerintah. Namun demikian, bukan berarti program revitalisasi tidak dapat dijalankan. Banyak alternatif-alternatif pendanaan yang dapat dilakukan.

Baca Juga  Legenda Benteng Toboali

Di sinilah diperlukan kolaborasi dan partisipasi masyarakat, swasta dan BUMN untuk mendukung program Revitalisasi Benteng Toboali. Jika kolaborasi berjalan, maka ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat dan kemajuan suatu peradaban.

Apalagi program seperti revitalisasi ini adalah program yang berkelanjutan dan dapat dirasakan untuk generasi berikutnya, khususnya berkaitan dengan sejarah panjang perjalanan bangsa. Jika revitalisasi tersebut dijalankan, maka ada edukasi sejarah yang tak ternilai dan tersedia dalam benteng tersebut.