Merawat Bangka Selatan: Tanggung Jawab Bersama untuk Masa Depan
Oleh: Erik Juliawan, S.Sos
Bangka Selatan merupakan sebuah kabupaten yang terletak di ujung selatan pulau Bangka. Bangka Selatan juga menyimpan sejuta pesona dengan potensi alam dan keragaman budaya yang begitu luar biasa, hingga tidak kalah indah dengan daerah-daerah lainnya.
Apalagi baru-baru ini yang sedang tren destinasi wisata Himpang 5, Alun-alun Kota Toboali, yang menjadi ikon baru Bangka Selatan. Dengan menghadirkan konsep wahana permainan Bianglala dan Rainbow Slide.
Bagian tersebut menjadi suatu kebanggaan untuk semua yang sudah sepatutnya kita syukuri apalagi sebagai masyarakat yang tinggal di daerah Bangka Selatan itu sendiri dengan pesona yang hadir hingga dapat di nikmati bersama.
Namun yang jadi pertanyaannya, apakah selama ini kita sudah ikut berperan aktif dalam merawat dan menjaga destinasi-destinasi wisata ini agar menjadi pariwisata yang berkelanjutan sehingga generasi-generasi mendatang juga ikut terlibat menikmati pesona keindahan alam di Bangka Selatan.
Dilansir dari laman website kemenparekraf.go.id tentang destinasi wisata berbasis sustainable tourism di Indonesia, bahwa pariwisata berkelanjutan adalah pengembangan konsep berwisata yang dapat dapat memberikan dampak jangka panjang. Baik itu terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk masa kini dan masa depan bagi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung.
Dan ini berarti, perlu adanya dukungan bersama keterlibatan semua pihak yang tidak hanya ditekankan kepada instansi pemerintah saja, melainkan juga partisipasi masyarakat dan wisatawan untuk ikut bantu merawat dan menjaga sehingga terbentuk kelestarian lingkungan salah satunya, agar memberikan pengaruh jangka panjang hingga dapat dinikmati bersama-sama.
Untuk merawat dan menjaga lingkungan ini, di antaranya kita bisa lakukan dari hal kecil dan sederhana dulu namun memberikan dampak positif dan manfaat yang luar biasa bagi lingkungan, di antaranya ialah dengan membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, terutama sampah-sampah plastik sehabis makan maupun minum. Dan ikut menjaga fasilitas-fasilitas yang telah dibangun.
Jangan lagi kita menganggap bahwa hal-hal tersebut bagian dari tugas penuh yang dititik beratkan kepada salah satu lembaga saja, dan berpikir kalau tidak seperti itu maka pihak lembaga tidak ada kerja. Sedangkan kita cukup duduk santai saja sembari menikmati fasilitas yang ada.
