Karya: Abrillioga, Mahasiswa Hukum UBB 

Prolog: penyair menuliskan sajak-sajak elegi diperuntukkan kepada korban ketidakmanusiaan yang terjadi pada Adinda Hafizah. Majas perumpamaan seakan tokoh “Aku” Dalam syair ini adalah Adinda Hafizah.

Aku duduk di altar dengan imajinasi lamunanku
Tiba-tiba, ada seorang yang datang dan bertanya, apakah aku punya hati?
Seandainya, ketika itu aku berani menjawab
” Jika hati bisa diambil dan dilihat ”
Mungkin ia tak berbentuk lagi.

Baca Juga  Siapa Aku, Siapa Cinta yang Aku Cari?