Estafet Kepemimpinan
Oleh: Dr. Darus Altin.
Peralihan kepala daerah setiap lima tahun melalui Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) merupakan manifestasi demokrasi yang berlandaskan partisipasi rakyat.
Setelah proses pemilihan tersebut selesai, masyarakat diharapkan untuk bersinergi bersama pemimpin yang baru terpilih dalam menjalankan roda pemerintahan.
Implikasi dari program-program pemerintah yang baru diharapkan akan menghasilkan kesejahteraan yang dirasakan oleh semua elemen masyarakat.
Provinsi Bangka Belitung, sebagai kawasan kepulauan, telah mengalami perubahan signifikan dalam peralihan kepemimpinan daerah. Setiap kepala daerah sebelumnya memiliki ciri dan karakteristik yang kuat serta meninggalkan warisan yang berharga.
Warisan pembangunan yang ada juga tercermin dalam dokumen-dokumen pengembangan daerah sejak awal terbentuknya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Beberapa gubernur sebelumnya telah mengimplementasikan konsep ekonomi biru dan menekankan pembangunan berbasis kelautan.
Hudarni Rani berkontribusi dalam memperkuat identitas dan menciptakan tonggak sejarah pembangunan di Bangka Belitung.
Eko Maulana Ali melakukan transformasi di berbagai sektor dengan pendekatan maritim dalam pembangunan pulau.
Rustam Effendi melanjutkan program-program dari almarhum Eko Maulana Ali.
Sedangkan Erzaldi Rosman memfokuskan perhatian pada inovasi agropolitan dan kelautan.
Menjelang masa kepemimpinan Gubernur Bangka Belitung untuk periode 2025-2029, publik berharap akan tercapainya kemajuan bagi salah satu provinsi kepulauan di Indonesia ini.
