Pahala Menguap dari Balapan Liar yang Meresahkan
Oleh: Yudha Adinata, S.AP
Ramadan telah berjalan dalam hitungan pekan. Berbagai aktivitas dilakukan untuk mengisi hadirnya. Ada yang siang malam bertadarus Al-Qur’an. Anak-anak dan remaja mengikuti pesantren kilat di sekolah atau masjid di lingkungannya.
Ada yang sukarela berkeliling kampung membangunkan warga untuk sahur. Di kalangan pemerintah dan organisasi keagamaan, ada agenda bersafari keliling dari satu masjid ke masjid yang lain untuk berceramah hikmah Ramadan.
Ibu-ibu pun tak kalah sibuk menyiapkan makanan berbuka dan sahur untuk keluarganya masing-masing. Semua berlomba dalam kebaikan untuk mendapatkan keberkahan Ramadan dan keridhoan Allah SWT.
Dari sekian aktivitas mengisi hari-hari Ramadan tersebut, ada aktivitas yang seringkali membuat jengkel banyak orang.
Aksi balapan liar di jalan raya. Sekelompok anak muda dengan motor yang terkadang sudah dimodifikasi, melakukan balapan liar dengan ditonton banyak anak remaja lainnya. Balapan liar ini tidak saja terjadi di kota besar namun juga terjadi di kota-kota kecil.
Aksi ini seringkali dilakukan pada sore hari dengan alasan mengisi waktu luang menunggu berbuka bahkan ada yang dilakukan ketika selesai orang selesai salat Shubuh.
Balapan liar ini tentu saja amat sangat mengganggu pengendara lain yang lewat jalan yang menjadi lokasi balapan. Tidak sekadar mengganggu, namun juga mengancam keselamatan pengendara yang melintas.
