Kembali Beroperasi, Warga Minta Aktivitas Tambang di Keranggan Segera Ditutup

BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Warga di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar) meminta aktivitas tambang ilegal di perairan laut Kelurahan Keranggan ditutup. Pasalnya aktivitas itu diduga tak berkoordinasi dengan masyarakat di sekitar lokasi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kipli salah seorang masyarakat di Kota Mentok. Ia mengatakan, aktivitas tambang timah yang menggunakan Ponton Isap Produksi (PIP) tersebut diduga dilakukan oleh segelintir oknum pengusaha untuk kepentingan sendiri.

“Saya minta untuk ditutup aktivitas itu karena saya dapat informasi tidak ada koordinasi dengan masyarakat. Karena saya dapat informasi hanya beberapa orang saja yang menikmati hasil ini dari pengusaha yang berkepentingan,” ujarnya, Senin (24/3/2025) pagi.

Baca Juga  60 Penyandang Disabilitas di Bangka Barat Terima Bantuan Atensi dari Kemensos

“Apalagi ini mau lebaran, janganlah gitu bermainnya. Karena di sana juga ada wilayah tangkap nelayan, kalau pun mau buka usaha silakan saja. Cuma kalau bisa masyarakat yang terdampak langsung diakomodir. Ini malah orang luar yang menikmati hasilnya,” katanya.

Berdasarkan pantauan langsung awak media pada Minggu (23/3/2025) sore, terdapat puluhan PIP yang sudah beroperasi. Gemuruh mesin tambang begitu menggema di sekitar lokasi. Air laut di sekitar PIP yang sedang berbaris nampak keruh akibat tambang ini.

Satria, salah seorang warga setempat mengatakan, aktivitas di perairan Keranggan sudah berlangsung sejak Sabtu (22/3/2025) kemarin.

“Kalau lihat kondisinya, yang beroperasi ini di wilayah Keranggan sedangkan Tembelok belum ada (aktivitas). Kemarin itu ada belasan unit, sekarang mungkin puluhan. Terdengar lah nama-nama bos di belakang, kalangan penambang pasti tau lah, siapa-siapa orangnya” ujarnya.

Baca Juga  Diseruduk Fortuner, Mobil Avanza dan Toko Komestik di Bundaran Lampu Merah Parittiga Ringsek