Al-Qur’an dan Keistimewaannya
Oleh: Malia Susanti, S.Pd.I
Sebagai umat Islam, beriman kepada Al-Qur’an adalah salah satu rukun iman yang harus kita yakini, sebagai bagian dari iman kepada kitab-kitab Allah. Secara bahasa, Al-Qur’an berarti bacaan.
Sedangkan secara istilah, Al-Qur’an adalah kitab suci umat islam yang berisi firman-firman Allah SWT, diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril AS, secara berangsur-angsur.
Al-Qur’an juga menjadi pedoman umat Islam dalam mencapai kebaikan di dunia dan di akhirat. Selain itu, Al-Qur’an adalah kitab suci yang bernilai pahala bagi yang membaca dan menghafalnya, juga kelak akan diberi syafaat bagi yang mencintainya.
Al-Qur’an mempunyai banyak keistimewaan di antara nya adalah, keistimewaan bagi yang mau membacanya. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda: ‘’aku tidak mengatakan bahwa ALIF-LAM-MIM itu satu huruf , melainkan ALIF adalah satu huruf, LAM satu huruf, dan MIM satu huruf [HR, At Tarmidzi].
Dengan hadis di atas sungguh luar biasa keuntungan dari membaca Al-Qur’an bukanlah hitungan ayat ataupun surat ataupun berapa juz nya yang dinilai pahala, melainkan setiap hurufnya yang dibaca itulah yang dihitung sebagai nilai pahala dari kita membaca Al-Qur’an.
Keistimewaan yang ke 2 yaitu yang mau mentadaburi Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an surat Shaad ayat 29 yang artinya ‘’ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran’’.
Mentadaburi Al-Qur’an bisa dilakukan dengan banyak cara di antaranya adalah dengan membacanya dengan pelan, jelas dan benar sesuai dengan makhrajnya. Selain itu dengan memilih tempat membaca yang baik seperti di dalam masjid dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan membaca maknanya
Dengan beberapa cara tadi dapat membantu kita memahami pesan yang sudah di sampaikan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an tersebut untuk kita lebih baik lagi dalam keimanan dan ketakwaan kita dalam menjalani hidup, baik hidup di dunia ataupun hidup di akhirat kelak.
