Oleh: Rifki Fadilah — Mahasiswa Universitas Bangka Belitung

Mengembangkan pariwisata untuk meningkatkan perekonomian Bangka Belitung (Babel) adalah langkah strategis yang sangat relevan dan potensial.

Provinsi ini memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, terutama wisata bahari dengan pantai pasir putih dan batu granit yang khas.

Kawasan geoparknya, yang diakui secara internasional, juga merupakan sumber daya penting untuk pertumbuhan pariwisata berkelanjutan.

Selain memiliki banyak potensi alam dan budaya yang luar biasa, saya percaya bahwa pengembangan pariwisata Bangka Belitung harus lebih fokus pada inovasi dan adaptasi terhadap tren global, terutama dalam hal teknologi saat ini.

Misalnya, pariwisata virtual dan AR dapat menjadi alternatif untuk menarik pengunjung sebelum mereka datang secara langsung. Hal ini menambah jangkauan promosi dan menawarkan pengalaman baru yang menarik wisatawan.

Baca Juga  Harga Sewa Melambung, Pedagang Kecil Terjepit: Saatnya Negara Hadir?

Namun, pengembangan pariwisata Babel masih menghadapi beberapa tantangan, termasuk promosi yang tidak efektif, infrastruktur yang kurang, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Akibatnya, pengembangan pariwisata harus diintegrasikan dengan prinsip keberlanjutan, melibatkan masyarakat lokal secara aktif (pariwisata berbasis masyarakat), dan didukung oleh peningkatan infrastruktur dan teknologi digital, termasuk penggunaan AI untuk pengelolaan dan promosi pariwisata yang lebih efisien.

Lebih dari itu, pengembangan pariwisata harus mempertimbangkan lingkungan. Wisatawan dapat merusak sumber daya alam yang menjadi daya tarik utama Bangka Belitung karena ekosistemnya yang sensitif baik di laut maupun di darat.