SMPN 2 Tukak Sadai Menyemai Kembali Bibit-Bibit Bernas Literasi

Oleh: Iyek Aghnia — Penulis yang Tinggal di Toboali, Bangka Selatan

Air hujan menyirami mobil yang dikemudikan Ketua PWI Bangka Selatan Dedy Irawan, Rabu (18/6) pagi.

Hujan mulai mereda saat kami mulai berada di Kawasan Desa Keposang Toboali.

Pagi ini, kami berdua sedang menuju ke rumah pengetahuan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Tukak Sadai Bangka Selatan.
Diundang sebagai pemateri dalam Workshop Literasi dan Publikasi di SMPN 2 Tukak Sadai.

Lagu daerah Seni Budaya Kite yang dinyanyikan juara Indonesian idol 2025 Shabrina Leanor ikut menemani perjalanan kami yang memakan waktu sekitar 40 menit.

Bagi kami berdua sebagai pegiat literasi daerah, SMPN 2 Tukak Sadai bukanlah rumah pengetahuan yang asing. Sekolah yang terletak di jalan raya Sadai ini sangat ramah dengan dunia literasi. Bahkan menjadi barometer literasi pelajar.

Baca Juga  Mutu Pendidikan Bukan Sekadar Angka: Refleksi Seorang Kepala Sekolah

Tahun 2017, seorang pelajar SMPN 2 Tukak Sadai yang bernama Musda Quratul Aini yang masih duduk di kelas IX, melahirkan sebuah buku kumpulan cerpen yang berjudul Disleksia yang diterbitkan Gong Publishing Serang Banten.

Buku kumpulan cerpen Disleksia seolah menjadi tonggak kelahiran penulis pelajar. Setidaknya beberapa tahun kemudian, pelajar SMAN 1 Air Gegas Khoiriah Apriza meluncurkan buku kumpulan cerpen yang berjudul Ayah, Aku Rindu yang diluncurkan saat Hari Jadi Kabupaten Bangka Selatan ke-20.

Lalu penulis pelajar beranak pinak. Dari SMAN 1 Simpang Rimba lahir Putri Rahmawati yang bukan hanya bisa menulis fiksi, tapi feature dan berita. Seutas Goresan Pena diluncurkan Putri tahun 2025.