Karya: Alieza Sakinah

Di tengah nisha yang gulita
Ambulans melaju dengan derasnya
Meraung-raung di jalan raya
Membawa jiwa yang terlelap dalam inkubatornya

Asa terus-menerus mengalir dalam bait-bait doa
Berharap dirinya tetap hidup bertahan lama
Melewati banyak hari yang diiringi dengan harsa
Hingga kami berbondong menantikan kelahirannya

Di depan ruangannya, aku berdiri kelu
Berharap Tuhan memberi izin adikku sembuh
Namun satyanya, harsa itu berubah menjadi nestapa
Sebab ia telah menghembuskan nafas terakhirnya

Gugur berserakan diterjang prahara
Segala asa kini usai sekejap mata
Menggores luka di dalam dada
Memberi sejuta rasa kecewa

Gugur bunga mangarus penuh
Membaluri gundukan tanah, yang nisannya aku peluk pilu
Tertulis nama yang selama ini selalu kutunggu
Tertulis nama yang selama ini selalu kurindu

Baca Juga  Palestina