Pembuatan Polisi Tidur ‘Jaga Lambat’ untuk Cegah Rawan Kecelakaan bagi Siswa SDN 08 Parittiga

Oleh: Tim KKN Kedisinian Desa Semulut Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Minggu, 09 juli 2025 mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bangka belitung bertempatan di desa semulut membuat salah satu program berdasarkan kebutuhan yang telah dilakukan observasi secara langsung, dan sangat didukung oleh bapak kades dan juga masyarakat Desa Semulut yaitu membuat polisi tidur yang berada di depan sekolah dasar. Program ini dirancang dalam jangka waktu satu minggu selama proses penyelesaiannya.

Program pembuatan polisi tidur yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung di Desa Semulut menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi dapat memberikan kontribusi langsung dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya mencerminkan kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan lalu lintas, tetapi juga menunjukkan bahwa KKN dapat menjadi sarana efektif untuk menciptakan perubahan positif yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat lokal.

Baca Juga  Tumbuhkan Kesalihan Lingkungan dengan War Takjil tanpa Sampah

Penempatan polisi tidur di depan SDN 08 Parittiga memperlihatkan pemahaman yang tepat terhadap prioritas keselamatan. Lingkungan sekolah dasar memiliki risiko kecelakaan tinggi karena aktivitas anak-anak yang sering belum mampu mengantisipasi bahaya lalu lintas. Adanya polisi tidur di lokasi strategis tersebut akan memaksa pengendara untuk menurunkan kecepatan, sehingga memberi mereka waktu reaksi yang lebih baik jika terjadi situasi tak terduga yang melibatkan anak-anak sekolah.

Dukungan penuh dari Kepala Desa dan warga Semulut terhadap program ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara kalangan akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan bersama. Keterlibatan aktif warga seperti Bapak Rozik, Sayuti, dan para pemuda desa menunjukkan bahwa program ini bukan sekadar proyek mahasiswa, melainkan gerakan bersama yang memiliki dukungan dan legitimasi kuat dari komunitas setempat.

Baca Juga  Merawat Kedamaian Bangsa

Observasi langsung yang dilakukan mahasiswa sebelum merancang program mencerminkan pendekatan yang sistematis dan berbasis data. Pendekatan ini memastikan bahwa solusi yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar asumsi atau generalisasi. Metode seperti ini sebaiknya menjadi standar dalam setiap kegiatan pengabdian masyarakat di perguruan tinggi.