Oleh: Eqi Fitri Marehan, S.I.Kom

Sebagai seorang guru, saya merasa bahwa kebijakan pemerintah terkait proyek Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) telah membuat kami semakin susah dalam melaksanakan tugas kami sebagai pendidik. Padahal, guru adalah beban negara yang diharapkan dapat membentuk generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter.

ANBK memang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, namun implementasinya yang tidak efektif dan tidak mempertimbangkan kebutuhan guru di lapangan telah membuat kami semakin terbebani.

Kami sudah memiliki banyak tugas dan tanggung jawab, seperti mengajar, menilai, dan membimbing siswa, namun dengan adanya proyek ANBK, kami harus menambah beban kerja kami dengan mengurus administrasi dan teknis yang terkait dengan proyek ini.

Baca Juga  Ironi Kaltim: Syahwat Fasilitas di Tengah Defisit Empati Kepemimpinan

Saya tidak mengerti, mengapa pemerintah tidak mempertimbangkan kebutuhan guru di lapangan sebelum membuat kebijakan seperti ini. Seharusnya, pemerintah membuat kebijakan yang lebih mendukung dan memudahkan guru dalam melaksanakan tugasnya, bukan malah menambah beban kerja mereka.

ANBK memang dapat memberikan gambaran tentang kualitas pendidikan di Indonesia, namun apakah benar-benar efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan? Saya rasa tidak. Karena, proyek ini hanya menambah beban kerja guru dan tidak memberikan solusi yang nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan.