Bank Indonesia Dorong Optimalisasi Wakaf Digital untuk Kesejahteraan Masyarakat
Bank Indonesia Dorong Optimalisasi Wakaf Digital untuk Kesejahteraan Masyarakat
BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Rumah Wakaf meresmikan pembangunan Wakaf Sumur Air Bersih di SDN 5 Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.
pembangunan ini merupakan wujud dari dana wakaf digital yang terkumpul hampir mencapai Rp 35 juta, hasil kontribusi para wakif dan masyarakat.
“Program ini sudah di launching sejak bulan April pada puncak acara BEKISAH (Bangka Belitung Ekonomi & Keuangan Syariah) 2025,” kata Plt. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dika Prasetya Putra, dalam rilisnya kepada media di Pangkalpinang, Kamis.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Keberhasilan wakaf sumur ini adalah wujud nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat, lembaga wakaf, dan institusi seperti Bank Indonesia mampu menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan.
“Semoga inisiatif ini menjadi inspirasi untuk lebih banyak program wakaf di Bangka Belitung,” kata Dika.
Bank Indonesia menekankan bahwa wakaf merupakan instrumen penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Potensi wakaf di Indonesia sangat besar—potensi wakaf uang mencapai Rp 180 triliun per tahun—namun realisasinya baru sekitar 2% dari total potensi.
Rendahnya literasi wakaf menjadi tantangan besar, termasuk di Bangka Belitung yang indeks literasinya masih di bawah rata-rata nasional. Karena itu, Bank Indonesia terus mendorong literasi dan inklusi wakaf digital melalui inovasi, seperti aplikasi Rumah Wakaf dan Satu Wakaf, agar masyarakat dapat menyalurkan wakaf secara lebih mudah, transparan dan terpercaya.
Kepala Sekolah SDN 5 Parittiga, Kartolo, turut berbagi cerita mengenai kondisi sebelum adanya sumur wakaf, dimana sulu Anak-anak harus membawa botol 1,5 liter dari rumah setiap hari untuk kebutuhan minum maupun wudhu.
“Saat musim kemarau, sumur lama sering kering sehingga kami bahkan terpaksa membeli air dalam drum. Kini, dengan adanya sumur wakaf, anak-anak bisa belajar lebih nyaman tanpa dibebani masalah air,” ujarnya.
