Misteri Batu Anak Antu

Oleh: Yoel Chaidir

“Kembalikan batu yang telah kamu ambil tadi siang. Kembalikan batu itu, kembalikan…”

Berulang kali kata kata itu hadir dalam mimpiku malam itu.

Kalimat yang terdengar santai namun serius dari seorang anak perempuan yang hadir membelakangiku dalam mimpi.

Aku tersentak bangun. Jarum jam menunjukkan pukul 03.00 Wib pagi.

Segera aku memeriksa tas pinggang merah yang tergantung pada dinding kamar.

Ku raih batu seukuran telur ayam berwarna kuning kehitam hitaman itu.

“Alhamdulillah, masih ada batu yang siang tadi aku pungut pada tepian pantai antara Laut Kubu dan Gunung Namak,” bathinku.

Lama aku termangu, menatap batu yang kini masih tergenggam di tanganku.

Baca Juga  2 Tahun Mengaguminya hanyalah Sia-Sia

Azan Subuh berkumandang, rasa kantuk serta merta hilang seketika.

Namun kata kata itu masih terngiang hingga pagi menjemput hari.

Menggunakan sepeda motor aku beranjak pergi ke tempat di mana aku mendapatkan batu itu.

Tak kurang satu jam perjalanan, aku tiba dan langsung memarkirkan motorku.