Oleh: Abdussalam Alghozali

 

Suatu ketika Imam Mujahid Rahimahullah berkata,”Aku menemani Ibnu Umar Radhiallahu’anhuma dari Makkah ke Madinah dan tidaklah aku mendengarnya membaca hadist dari Rasulullah saw. Kecuali hadits,”Perumpamaan orang yang beriman adalah seperti pohon kurma, jika kamu duduk bersamanya niscaya ia memberi manfaat bagimu, jika kamu mengikutinya niscaya ia memberi manfaat bagimu, jika kamu bermusyawarah dengannya niscaya ia memberi manfaat bagimu, jika ia menemanimu niscaya ia memberi manfaat bagimu, dan segala sesuatu yang dating darinya adalah limpahan manfaat. Begitulah pohon kurma; segala sesuatu yang datang darinya adalah limpahan manfaat. (HR. Al-Hakim dan Tirmidzi)”

Menurut Muhammad Husain Isa Ali Manshur yang dikutip dari bukunya Shifatul Akh Al Muslim, pelajaran dari Pohon kurma adalah kurma memiliki daun rimbun yang bisa dijadikan tempat bernaung, sementara batangnya menjulang tinggi ke langit namun tidak mudah tercabut akibat angin kencang yang menimpanya.

Baca Juga  5 Tips Tambah Berat Badan Saat Puasa, Nomor 3 Wajib Dilakukan

Kurma tumbuh subur dengan daun warna hijau yang berusia Panjang. Buahnya menjadi makanan pokok untuk hidup. Biji buahnya menjadi makanan hewan melata.

Apabila orang melempar batu ke arahnya maka lemparan itu akan dibalas dengan menjatuhkan buah kepadanya. Isi buahnya dibuat obat-obatan. Batang dan daun-daunnya bisa dijadikan sarana tempat tinggal.

Jadi, pohon kurma dapat menjadi tempat peristirahatan, tempat memenuhi kebutuhan hidup, rumah, makanan pokok, buah, dan tempat bernaung. Pohon kurma tidak membahayakan meskipun tinggi, karena kuat dan kokoh. Pohon kurma tidak berhenti berbuah setiap tahun dan orang yang memetik buahnya tidak harus bekerja beras karena tinggal memanjat dan dengan mudah mengambil buah dari tandannya.

Baca Juga  Prioritas Amal di Akhir Ramadhan