Menjadi Muslim yang Bermanfaat (1)
Begitulah perumpamaan seorang mukmin, dia akan selalu menebarkan manfaat kepada siapapun. Ketika orang beriman meyakini dengan baik keimanannya, maka akan lahir dari dirinya sebuah akhlak yang baik, berusaha untuk meneladani nabinya, menjadi rahmat bagi yang mencintai maupun yang membencinya.
Nilai-nilai yang kan lahir darinya hanyalah kebaikan. Dan tidak ada ruang untuk keburukan.
Islam mengajarkan umatnya untuk membangun hubungan baik secara vertikal maupun horizontal. Yaitu hubungan kepada Allah(hablumminallah) dan hubungan kepada sesama manusia (hublumminannas).
Hubungan kepada Allah dapat dilakukan dengan melakukan serangkaian ibadah yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang. Sedangkan hubungan kepada Manusia dilaksanakan dengan menjalin silaturrahim, dan membangun baik kepada sesama. Pada hakikatnya, hubungan kepada manusia pun bertujuan untuk menghadirkan cinta Allah kepada hambaNya, karena itu juga termasuk hal yang diperintahkannya.
Standar manusia terbaik” akan diberikan oleh islam kepada siapa yang memiliki manfaat yang paling besar. Bukan kepada yang paling ganteng, kaya, pengaruh, pinter.
Melainkan bagi siapa saja di antara hamba Allah yang mampu menebarkan manfaat sebanyak mungkin di dunia. Tidak harus menunggu kaya untuk berbagi, tidak harus menunggu pintar untuk mengajar, dan tidak harus menjadi pejabat untuk berbuat banyak.
Terbarkanlah kebaikan dimanapun tempat berpijak, meskipun hanya menyingkirkan ranting ditengah jalan. Boleh jadi itu sebab seseorang masuk surga. Karena tiada seorang pun yang tahu melalui amal mana ia dimasukkan ke dalam syurga. Mudah-mudahan di bulan Ramadhan ini, semua bisa berlatih untuk menjadi manusia yang terbaik. Amin allahumma amin. Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.