BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Bupati Bangka Barat (Babar), Markus memberi jawaban terkait audiensi yang digelar tertutup bersama puluhan PNS pada Jumat (12/9/2025) kemarin. Tujuannya untuk mendengarkan secara langsung aspirasi yang disampaikan tersebut.

Menurut Markus, aksi ini bukan demo, lebih ke komunikasi dua arah berupa audiensi bertemu langsung dengannya. Tentunya, dengan membuka ruang dialog, para guru yang hadir di audiensi menjadi paham. Bukan mendengar informasi yang kurang tepat di bawah.

“Harapan kami dengan pertemuan hari ini semua berjalan semestinya, mereka pun menerima dengan baik, kita sudah jelaskan baik-baik. Dan kita sudah mendengar langsung keluhan mereka. Apa yang mereka pikirkan sudah kita jawab,” ujarnya, Jumat (12/9/2025).

Baca Juga  Markus Mulai Jalankan Program Unggulan, Serahkan Bansos ke Kelompok Rentan

Para peserta yang hadir dari kalangan guru khususnya sudah bahagia setelah pertemuan itu. Tentu kondisi ini picu dirinya untuk mengabdi lebih baik. Tak ada jarak ketika ada masyarakat atau pegawai yang mau beraudiensi apabila dibandingkan dengan membuat pemberitaan di media.

“Dari pada main media atau medsos itu mohon maaf tidak akan menyelesaikan masalah. Dengan bertemu langsung seperti ini, akan ada solusi yang baik. Dengan begini, mereka juga membantu bupati menjelaskan apa yang terjadi dengan kawan-kawan lain,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Bangka Barat (Babar) Markus pastikan tidak ada pemotongan Tambahan Penghasil Pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara (ASN). Ia membantah bahwa TPP dipotong hingga 65 persen seperti yang beredar akhir-akhir ini di kalangan pegawai.

Baca Juga  Markus Yakin Masyarakat Babar Pilih Maknyus

“Bukan pemotongan, ini penyesuaian. Makanya saya bingung, siapa yang menyebarkan isu 65 persen itu. Tanya kan sama beliau (Ketua DPRD -red), beliau dapat dari mana. Bupati kan belum memutuskan,” ujarnya usai audiensi dengan pegawai, Jumat (12/9/2025).

Dia juga memastikan kondisi di Bangka Barat sedang baik-baik saja. Ia pun meminta semua elemen untuk menjaga situasi yang kondusif seperti ini. Seperti belakangan ini beredar juga isu ada dokter spesialis mengundurkan diri. Padahal faktanya hal itu tidak terjadi.