Karya: Yanto In Action
Di persada Jawa, mentari Islam merekah,
Di bawa Walisongo, laksana pelita di tengah gulita.
Sembilan bahtera cinta, arungi samudra kejahilan,
Maestro dakwah, suluh peradaban nusantara.

Dari Gresik hingga Demak, jejak terukir dalam kalbu,
Dakwah mereka bagai sungai, mengalirkan kesejukan.
Bukan pedang bicara, bukan pula amarah membara,
Namun sentuhan kasih, meruntuhkan tembok keangkuhan.

Sunan Gresik, nakhoda pertama, membuka layar harapan,
Sunan Ampel, pelabuhan ilmu, tempat berlabuh para pencari.
Sunan Bonang, seniman jiwa, lantunkan ayat dalam nada,
Sunan Drajat, perisai kaum papa, ulurkan tangan tanpa lelah.

Sunan Kudus, lentera kearifan, hormati tradisi leluhur,
Sunan Giri, kawah candradimuka, lahirkan ulama pewaris.
Sunan Kalijaga, dalang kehidupan, satukan seni dan spiritualitas,
Sunan Muria, gembala rakyat, dekat dengan wong cilik yang merana.

Baca Juga  Pantun Idulfitri

Sunan Gunung Jati, panglima dakwah, kibarkan panji kebenaran,
Strateginya bagai rajutan, merangkul semua golongan.
Masjid dan pesantren berdiri, simbol peradaban nan suci,
Islam menjadi payung, bagi semesta yang merindukan damai.