Angka Kemiskinan di Bangka Selatan Naik 4,17 Persen, Pengangguran Juga Meningkat

BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID – Data kemiskinan di Kabupaten Bangka Selatan mengalami kenaikan pada tahun 2025. Berdasarkan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) pada Maret lalu, penduduk miskin di Basel naik menjadi 4,17%.

Angka tersebut meningkat dari sebelumnya 3,74% pada tahun 2024.

​Kenaikan angka kemiskinan ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya penurunan produksi domestik regional bruto (PDRB) pada tahun sebelumnya.

Selain itu, ada peningkatan angka pengangguran yang menjadi perhatian.

​”Fenomena ini bisa jadi karena ketidaksesuaian atau mismatch antara lapangan usaha dengan para pencari kerja,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Bangka Selatan, Agung Rahmadi, Senin (22/9/2025).

Baca Juga  Imbas 2 Perusahaan Sawit Tutup, Kini PT MSE Setop Salurkan Listrik, 2000 Rumah Tangga Terdampak

“Lapangan pekerjaan yang tersedia mungkin lebih banyak membutuhkan pendidikan menengah atau tinggi, atau keterampilan khusus, sementara itu belum bisa diserap karena perbedaan kebutuhan antara pasar kerja dan pencari kerja,” tambahnya.

​Untuk mengatasi persoalan ini, Agung menekankan pentingnya intervensi yang lebih fokus dengan memahami karakteristik penduduk miskin.

“Kita bisa melihat secara mapping karakteristik penduduk miskin itu sendiri, sehingga intervensi bisa lebih terfokus,” ujarnya.

​Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah menyelaraskan kebutuhan (demand) dan ketersediaan (supply) tenaga kerja. Selain itu, perlu dianalisis apakah kenaikan harga komoditas lebih cepat dari peningkatan pendapatan masyarakat, yang menyebabkan garis kemiskinan tidak dapat terpenuhi.