Oleh: Muhammad Faiq Elfaruq

Raut muka bukan satu-satunya tanda
Amarah datang bukan melulu teriak
Ia bisa menjelma sunyi suara mereda
Atau langkah pergi
diam tanpa jejak

Bara di dada tak selalu membakar kata
Kadang membeku mencari ruang hening
Saat murka membingkai jiwa meronta
Jangan datang dengan kata
Jangan mengusik
Biarkan kami meredam gejolak yang menyiksa

Di jalan sunyi
biarkan diri mengheningkan trik
Lelaki mencari damai bukan dalam dekapan
Tapi di hobi yang memanggil
di mesin yang meraung
Jelajahi kota putari malam tanpa tujuan
Hingga amarah terkikis hati kembali benderang
Dan setelah badai pergi kami ‘kan kembali
Dengan kata maaf yang tulus dan sejati

Baca Juga  Tapi, Ini Bukan tentang Langit