Oleh: Rudiyanto, S.Pd.,Gr — Guru Pendidikan Agama Islam SDN 9 Airgegas, Bangka Selatan

Arus pertumbuhan globalisasi dan perkembangan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) turut mempengaruhi akhlak dan etika para peserta didik di Indonesia.

Adat ketimuran yang telah lama menjadi nilai-nilai jati luhur bangsa mulai luntur dan pudar termakan oleh perkembangan zaman. Dalam dunia pendidikan, fenomena penurunan akhlak dan etika cenderung seringkali terjadi terutama pada kasus-kasus seperti pembulian, intoleransi dan kekerasan seksual.

Kasus pembulian semakin kompleks, tidak hanya pembulian secara verbal akan tetapi telah terjadi beberapa kasus pembulian yang hingga menghilangkan nyawa seseorang.

Kasus intoleransi juga menjadi semakin kompleks, tidak hanya kasus intoleransi secara verbal akan tetapi juga kasus intoleransi yang secara terang-terangan menimbulkan permusuhan dan kebencian.

Baca Juga  Meraih Kesuksesan Melalui Rida Guru

Selain itu kasus kekerasan seksual tidak hanya terjadi secara verbal, akan tetapi kasus kekerasan seksual dalam beberapa kasus terjadi disertai dengan tindakan asusila dan pelecehan.

Beberapa kasus tersebut adalah contoh penurunan akhlak dan etika yang telah terjadi pada para peserta didik di Indonesia. Paradigma yang selama ini muncul adalah bahwa urusan akhlak dan etika adalah urusan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru Bimbingan Konseling (BK) semata.