Puncak HUT ke-25 Babel Ditiadakan, Forum Presidium Sepakat Tak Hadir Paripurna dan Upacara

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID – ‎Forum Presidium Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyayangkan kebijakan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani yang meniadakan malam puncak HUT ke-25 Provinsi Kepulauan Babel.

Demikian dikatakan ‎Ketua Forum Presedium Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Muhtar Motong usai menggelar rapat koordinasi di Pangkalpinang, Rabu (29/10/2025).

Menurutnya, sebagai bentuk kekecewaan, Forum Presedium sepakat untuk tidak menghadiri rapat paripurna maupun pelaksanaan upacara dalam rangka memperingati HUT ke-25 Bangka Belitung November nanti.

‎‎‎Selain itu, forum menginstruksikan ke seluruh koordinator wilayah di Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang untuk membuat kegiatan dalam rangkaian HUT ke-25 Babel yang melibatkan pemerintah kab/kota masing-masing.

Baca Juga  Danrem 045/Gaya Minta Prajurit di Babel Pedomani Amanat Panglima TNI 

“Itu dua butir kesepakatan hasil rakor Presidium Pembentukan Babel,” kata Mohtar Motong.

‎”Kita tak setuju dengan pernyataan Gubernur Babel yang menyebutkan malam puncak HUT Bangka Belitung sebagai aksi foya-foya maupun hura-hura. Kami merasa tidak pernah melakukan itu selama 24 tahun Provinsi ini walaupun setiap tahun melaksanakan perayaan HUT Babel, tapi kita tidak pernah merasa hura-hura, jadi apa yang disampaikan Gubernur itu saya pikir tidak berdasar,” ujarnya.

‎‎Disamping itu, selama malam resepsi HUT Bangka Belitung digelar juga tidak pernah ada aksi berjoget dipanggung.

resepsi diisi kegiatan upacara, rapat paripurna, hingga malam resepsi untuk mengenang perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.

Baca Juga  PLN Babel Beri Kado Istimewa di HUT ke-25 Provinsi, Kini Kelistrikan Pulau Buntar Menyala 24 Jam

‎‎”Malam resepsi itu sudah berjalan 24 tahun. Dan itu salah satu bentuk rasa syukur karna kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi. Kita juga mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintah provinsi yang menjadi harapan dari presedium,” ujarnya.

‎‎Menurut Muhtar, rencana kegiatan itu menjadi momen evaluasi secara politik, memberi masukan-masukan melalui pidato politik, baik dari gubernur dengan capaian-capaian, begitu juga dari presedium dengan harapan-harapannya.