(Pengantar Purna Tugas Pak Ahmad Elvian)

Oleh: Yan Megawandi

Hari ini, Pak Elvian menutup map terakhirnya
Tinta di mejanya sudah tahu arti kata selesai
tapi sejarah tidak pernah tahu kata itu

Ia berjalan pelan di lorong kantor
seperti melintasi museum kecil
tempat arsip, foto, dan kenangan berdiri tegak
tanpa perlu baju dinas

Tiga puluh enam tahun sembilan bulan
ia menulis lebih banyak daripada yang dihapus waktu
Setiap catatan adalah doa
setiap halaman adalah nadi
yang menyambung kisah Bangka Belitung
ke dalam tubuh Indonesia

Baca Juga  Kiasan Layang-Layang