Sudan, Tangismu Kini
Sudan, Tangismu Kini
Oleh: Ummi Sulis
Rintik di tengah retorika panas benua hitam
Bengubah noktah di antara nafsu durjana
Mengungkung martabat menjadi kelam
Melindas etika tanpa basa-basi kata
Raungan terdengar merdu bak nyanyian Padang gersang
Memecah gaung mengikat hak azasi
Mencabik-cabik harapan setipis sutra
Menjadikan warna merah sebagai dasarnya
Bukan hanya ada jerit raung
Tetapi rontaan di antara makian munafik jalang
Sebab nyawa tak lagi berharga
Melainkan hanya sebagai parodi para hamba durjana
Mereka melebihi kejamnya iblis
Sebab tiada kata saudara
Yang ada semua sandera
Kebengisan dari rayuan maut yang setiap saat mengintai
Harga nyawa sangat murah
Ditukar dengan pengkhianatan
Celah kecil bukan untuk penyelamatan
Tetapi menjadikan mereka arwah
