Musim Telah Berganti

Oleh: Pak Mo – Penulis yang Tinggal di Sungailiat, Bangka

Tujuh ratus tiga puluh hari, sebuah perjalanan yang melelahkan. Tiga nahkoda telah pula silih berganti memegang haluan kemudi dengan kewenangan yang tidak dimiliki secara paripurna. Tiga orang penjabat bupati telah memimpin Kabupaten Bangka dari konsekuensi gagalnya pesta demokrasi pemilihan kepala daerah yang melahirkan sosok pemimpin yang definitif.

Masih jelas terngiang dalam rongga sempit bilik-bilik otak kita, bahwa pesta demokrasi yang digelar pada 27 September 2024 gagal melahirkan pemimpin baru. Alhasil dimenangkan secara mutlak oleh kotak kosong. Konsekuensi dari kegagalan ini harus ditebus dengan pelaksanaan pilkada ulang. Sebuah konsekuensi yang mahal.

Baca Juga  Ketika Organisasi Mengalami "Demam"

Pejabat bupati pertama M. Haris, AP memimpin Kabupaten Bangka selama satu tahun 3 bulan. Dilanjutkan dengan Isnaini selama kurang lebih tiga bulan dan teakhir Jantani Ali selama durasi waktu kurang lebih 6 bulan.

Rencana awal pengalokasian dana Pilkada Ulang telah dirintis oleh M. Haris, selanjutnya dimatangkan oleh kepemimpinan Isnaini dan terakhir dilaksanakan oleh Jantani Ali. Dana anggaran Rp38 Miliar tersebut akhirnya membawa kepada Fery Insani dan Syahbudin secara mutlak menang dalam pertarungan sengit di tengah 5 kandidat pada 27 Agustus 2025 lalu.

Pada 5 Nopember 2025, merupakan hari yang bersejarah dalam perjalanan panjang waktu demi waktu bagi Kabupaten Bangka yang merupakan kabupaten tertua di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Baca Juga  Melirik Kontribusi Strategis Nelayan dalam Dinamika Ekonomi Bangka Belitung

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bangka digelar di Ibu Kota Provinsi di Pangkalpinag oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani. Suasana kegembiraan menghiasi setiap wajah orang per orang. Karena wajar saja pelantikan ini sempat tertunda selama 4 kali.

Langit Kabupaten Bangka terlihat cerah. Semangat para birokrat kembali bangkit sengan motivasi dari pemimpin baru.