Fenomena Tren Suicide, Alarm Kesehatan Mental Generasi yang Sakit
Oleh : Citra Afrilianti, M.Pd., — Pemerhati Generasi dan Aktivis Dakwah Islam Bangka Belitung
Tahun 2025 ini terdapat fakta menyedihkan yang mulai beredar di media tentang angka bunuh diri di kalangan remaja Indonesia yang mengalami peningkatan serius dan memprihatinkan.
Berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), terdapat sekitar 746 ribu kasus kematian akibat bunuh diri di seluruh dunia. Dari jumlah itu, Indonesia diperkirakan menyumbang 4.750 kasus.
Angka bunuh diri di Indonesia juga menunjukkan tren peningkatan setiap tahun. Data kepolisian mencatat, pada 2024 jumlah kasus bertambah sekitar 100 dibanding tahun sebelumnya.
“Pada 2024 terjadi peningkatan sebanyak 100 kasus bunuh diri di Indonesia, dibandingkan dengan tahun 2023, dan kasus bunuh diri di 2024 paling banyak ada di Jawa Tengah, 478 kasus dalam waktu setahun,” ungkap Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes RI Imran Pambudi dalam webinar di Jakarta Selatan, dilansir detikNews, Rabu (10/9/2025).
Berdasarkan data resmi dari Pusat, Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri, sepanjang Januari hingga Mei 2025, sudah terjadi 594 kasus bunuh diri di seluruh Indonesia Sekitar 46,6% atau hampir setengah dari kasus ini melibatkan remaja berusia 15 sampai 29 tahun. Angka ini sangat mencengangkan dan menunjukkan betapa rapuhnya kesehatan mental anak muda kita saat ini. (kompasiana, 20/8/2025)
Baru-baru ini Bangka Selatan kembali digemparkan dengan peristiwa tragis bunuh diri yang melibatkan sepasang kekasih muda.
Iwan Satrio (28), karyawan yang tinggal di mes PT BSSP, dan kekasihnya, Lusi (20), warga Desa Bangka Kota, dilaporkan melakukan percobaan mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak racun rumput.
Kejadian memilukan ini berlangsung di kawasan kebun sawit Dusun 3, Desa Bangka Kota, Kecamatan Simpang Rimba, Kamis (25/9/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Peristiwa yang diduga dipicu oleh konflik asmara itu berakhir tragis. Demi membuktikan kesetiaannya tidak berselingkuh dengan pria lain, Lusi nekad menenggak racun rumput. Melihat kondisi sang kekasih yang kritis, Iwan pun ikut menenggak racun serupa.
Iwan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (26/9/2025) dini hari, sementara Lusi masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Pangkalpinang. (Bangkapos.com, 27/9/2025)
Kasus bunuh diri baik yang terjadi di nasional maupun daerah semakin meningkat dan bervariasi kasusnya. Ini menunjukkan kondisi mental generasi kita dalam menyikapi masalah hidup sedang tidak baik-baik saja.
Penyebab Maraknya Bunuh Diri
Banyak faktor yang menyebabkan seseorang memutuskan bunuh diri.
Berikut adalah beberapa sebab yang paling dominan menurut Universitas Alma Atma Yogyakarta:
1) gangguan kesehatan mental
2) tekanan akademik
3) konflik keluarga
4) isolasi sosial
5) pelecehan atau kekerasan
6) kegagalan dalam hubungan romansa
7)permasalahan keuangan
8) penggunaan zat (narkoba dan alkohol)
9) pengaruh media sosial
