Perajin Terasi di Toboali Resah: Kami Tidak Pernah Mencampur dengan Pewarna dan Pengawet

BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Temuan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) soal adanya terasi yang diduga mengandung pewarna tekstil di di Toboali membuat masyarakat resah. Kekhawatiran itu juga dirasakan para perajin terasi lokal di Toboali yang selama ini mengolah terasi dengan cara tradisional.

Salah satunya Rusyaden (63), nelayan sungkur yang sudah hampir lima tahun membuat terasi rumahan. Ia mengaku kaget sekaligus khawatir karena temuan tersebut bisa membuat kepercayaan pembeli terhadap terasi lokal menurun.

“Alhamdulillah, terasi yang saya buat ini murni dari hasil tangkapan sendiri. Semua bahannya alami, tidak ada campuran apa pun, hanya garam makanan saja,” tutur Rusyaden saat ditemui di rumahnya, Selasa (25/11/2025).

Baca Juga  Polres Basel Kerahkan 151 Personel Amankan Pawai dan Karnaval HUT ke-78 RI

Menurutnya, jika memang ditemukan terasi yang mengandung pewarna tekstil, besar kemungkinan produk itu bukan berasal dari pengrajin asli Toboali. Sebab, warga setempat yang turun-temurun membuat terasi selalu mengandalkan bahan alami.

“Kalau kami orang Toboali, Bangka Selatan, tidak pernah mencampur bahan pengawet ataupun pewarna. Yang ditemukan BPOM itu mungkin terasi dari luar yang dijual di sini,” jelasnya.

Rusyaden kemudian menjelaskan bagaimana proses pembuatan terasi tradisional dilakukan. Kualitas terasi, katanya, sangat bergantung pada kesegaran udang kecil yang digunakan.

“Udang yang masih segar itu aromanya lain, rasanya lebih gurih, tidak pahit, dan warnanya memang sudah agak kemerahan. Makanya saya selalu mengolah udang langsung setelah pulang dari laut,” ujarnya.

Baca Juga  Hiburan Musik, Food Court dan Doa Lintas Agama Warnai Malam Pergantian Tahun di Toboali

Ia menjelaskan, dalam proses pembuatan terasi, udang segar yang dihasilkan dari laut tersebut dicuci lalu dijemur. Setelah itu, udang ditumbuk dan dicampur garam halus sebagai penambah rasa sekaligus pengawet alami. Adonan itu kemudian dibiarkan semalaman untuk proses fermentasi sebelum dijemur kembali.