Oleh: Muhammad Faiq Elfaruq

Negeri dungu di atas panggung kaca
Pintar disumpal, diracun sebab akal adalah ancaman
Panggung diserahkan pada boneka yang mahir menunduk tanpa pendirian
Satu syarat rahasia “Bagi dua-bagi jiwa” bagi hasil rampasan sunyi
Mereka butuh kepala kosong, agar dana abadi kebodohan ini tak terhenti

Jorok tikus tak sebanding nista tangan yang menjarah udara kita
Mereka curi bukan hanya uang tapi iman di hati rakyat
Lalu, seragam mulia menutup mata kompromi pada kabut gelap
Tebal tipisnya keadilan diukur dari selembar noda hijau yang dilipat

Baca Juga  Gigil Rindu