Pertemuan Bercorak Historis: Dewan Kesenian dan LAM Babel Bersinergi dengan Tenaga Ahli Komisi X DPR RI

Oleh: Shasa Apriva Rustam

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Dalam sebuah pertemuan yang bersejarah, perwakilan Dewan Kesenian se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Bangka Belitung berkesempatan bertemu dengan Tenaga Ahli Komisi X DPR RI, Ahmad Rojali, di La Terasse Bistro, Jum’at (28/10).
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan dan mengembangkan kebudayaan di Bangka Belitung.

Dalam pertemuan tersebut, Dewan Kesenian Babel dan LAM Babel menyampaikan aspirasi dan harapan mereka terkait dengan pengembangan kebudayaan di daerah. Mereka menekankan pentingnya melestarikan warisan budaya dan sejarah Bangka Belitung, serta meningkatkan kualitas kesenian dan kebudayaan di daerah.

Baca Juga  Satpol PP Pangkalpinang Temukan 5 Pasangan Bukan Suami Istri di Kosan dan Penginapan

Datuk Ahmad Elvian, salah satu tokoh adat Melayu Babel, berbicara mengenai pentingnya Kawasan Cagar Budaya Nasional Kota Kapur. “Kota Kapur memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan merupakan salah satu peninggalan penting Sriwijaya. Kami berharap agar Kota Kapur dapat ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional sehingga dapat dilindungi dan dilestarikan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Pernyataan Datuk Ahmad Elvian didukung oleh pelaku seni budaya dan wartawan, Ikhsan Mokoginta.
“Saya sangat setuju dengan usulan Datuk Ahmad Elvian. Kota Kapur memang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan harus dilestarikan. Kami berharap agar pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah untuk menetapkan Kota Kapur sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional,” katanya.

Baca Juga  Miris, Balita Korban Persetubuhan Ayah Kandung Digauli Di Depan Kakak Hingga Direkam

Wanda Sona, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Bangka, mendorong lahirnya museum sebagai ruang penting bagi Objek Pemajuan Kebudayaan di BaBel.

“Kami berharap agar Kabupaten Bangka dapat memiliki Museum yang dapat menjadi wadah bagi benda-benda sejarah dan budaya Babel. Hal ini akan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan budaya dan sejarah,” ujarnya.

Evan Breco, Ketua Dewan Kesenian Pangkalpinang, berbicara mengenai pentingnya Gedung Kesenian atau Taman Budaya di Pangkalpinang sebagai wadah seni-budaya masyarakat kesenian se-Babel.

“Kami berharap agar Pangkalpinang dapat memiliki Gedung Kesenian dan/atau Taman Budaya yang dapat menjadi pusat kegiatan kesenian dan kebudayaan di Babel. Hal ini sejalan dengan salah satu visi misi DK Pangkalpinang, menjadikan Pangkalpinang sebagai basis market praktik seni budaya di BaBel. Hal ini dapat meningkatkan kualitas kesenian dan kebudayaan di daerah,” katanya.

Baca Juga  BPJS Kesehatan Pangkalpinang Dorong Rumah Sakit di Babel Terapkan Antrian Online

Pernyataan Evan Breco diperkuat pernyataan oleh Onny Nur Pratama, Ketua Dewan Kesenian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.