Pentingnya Integrasi Pendekatan Pendidikan Ekoteologi dalam Proses Pembelajaran
Oleh: Rudiyanto, S.Pd.,Gr — Guru Pendidikan Agama Islam dan Penulis Bangka Selatan
Dewasa kini, bencana alam di Indonesia seringkali terjadi akibat ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Bencana banjir dan longsor yang baru saja terjadi di sebagian wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh menjadi peristiwa yang sangat memilukan dan menyedihkan.
Bagaimana tidak, bencana banjir dan longsor merupakan bencana yang terjadi akibat ulah perbuatan manusia seperti penebangan pohon, pembalakan liar, penggundulan hutan dan lain sebagainya. Akibatnya, orang-orang yang tidak berdosa ikut menanggung beban menyakitkan seperti kehilangan tempat tinggal dan keluarga, kehilangan harta benda hingga kehilangan nyawanya sendiri.
Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) telah menggagas sebuah pendekatan pendidikan ekoteologi bagi peserta didik sebagai jawaban atas permasalahan-permasalahan lingkungan tersebut dan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan rasa kepedulian terhadap lingkungan.
Pendekatan ekoteologi merupakan pendekatan yang melibatkan agama, manusia dan lingkungan. Tujuan dari pendekatan ekoteologi ialah untuk membentuk generasi penerus bangsa yang cerdas secara intelektual, peduli terhadap lingkungan memiliki kesadaran tinggi terhadap pelestarian alam hingga memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama manusia.
Pemahaman ekoteologi perlu ditanamkan sejak dini oleh para pendidik. Adapun beberapa upaya pendidik yang dapat dilakukan untuk menanamkan pendidikan ekoteologi kepada peserta didik antara lain adalah sebagai berikut:
1. Internalisasi dalam Kurikulum Cinta
Pemahaman ekoteologi pada peserta didik dapat dikolaborasikan dengan kurikulum berbasis cinta yakni cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta kepada diri dan sesama, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada lingkungan dan cinta kepada bangsa dan negara. Pendidik dapat mengkontekstualisasikan pentingnya menjaga lingkungan dan merawat kelestarian alam dengan dalil-dalil Al-Qur’an, norma dan etika, materi pembelajaran dan topografi bangsa Indonesia
