Jebakan Kesempurnaan
Oleh: Hendrawan, S.T., M.M. – Alumnus Program Magister Universitas Pertiba Pangkalpinang
Pernahkah anda menatap layar ponsel, melihat Instagram Story teman yang sedang liburan mewah atau pamer prestasi anak, lalu menoleh ke kehidupan nyata anda dan mendesah kecewa? Tiba-tiba, rumah yang nyaman terasa sempit, pasangan yang setia terasa kurang romantis, dan pekerjaan yang stabil terasa membosankan.
Tanpa sadar, kita sedang terjangkit wabah modern, mengorbankan “yang terbaik” yang sudah kita genggam, demi mengejar “kesempurnaan” semu yang kita lihat di media sosial.
Fenomena ini merayap ke segala aspek kehidupan bagaikan akar liar.
Dalam pendidikan, orang tua tak lagi puas dengan anak yang tumbuh bahagia dan sopan. Mereka menuntut anak menjadi prodigy yang jago koding sekaligus piano hanya karena melihat video viral anak jenius di TikTok.
Dalam keluarga, kehangatan makan malam sederhana digantikan oleh stres karena menata makanan agar estetik demi konten, mengabaikan obrolan nyata yang seharusnya terjadi.
