Oleh: Ariyatun — Dosen S1 Pendidikan Kimia Universitas Negeri Jakarta

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk di perguruan tinggi. Namun, tantangan utama pendidikan saat ini bukan sekadar menghadirkan teknologi canggih, melainkan bagaimana teknologi tersebut mampu membangun kesadaran, karakter, dan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan serta nilai-nilai lokal. Dalam konteks inilah, Ethno-VR dan Eco-Mix hadir sebagai inovasi pembelajaran berkelanjutan yang mengintegrasikan teknologi modern dengan kearifan lokal.

Pembelajaran abad ke-21 menuntut mahasiswa memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan sosial. Sayangnya, pembelajaran konvensional sering kali masih bersifat teoritis dan terpisah dari realitas kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Pertahankan Kearifan Lokal, PT Timah Tbk Bersama Lembaga Adat Mapor Bangun Kampung Adat Gebong Memarong

Melalui pengembangan media pembelajaran Ethno-VR berbasis Eco-Mix, pembelajaran dirancang menjadi lebih kontekstual, imersif, dan bermakna. Teknologi virtual reality (VR) dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang memungkinkan mahasiswa “masuk” ke dalam lingkungan virtual yang merepresentasikan kondisi ekologis dan budaya lokal.

Konsep Ethno-VR menekankan integrasi teknologi VR dengan nilai-nilai etnopedagogi atau kearifan lokal. Mahasiswa tidak hanya mempelajari isu lingkungan secara umum, tetapi juga memahami praktik budaya, tradisi lokal, dan pengetahuan masyarakat dalam menjaga keseimbangan alam.