Utopia di Balik “Pelan dan Pasti”
Oleh: Muhammad Faiq Elfaruq
Katamu lelah itu manusiawi, sebuah jeda yang sah
Lalu kau khotbahkan konsistensi di atas meja yang kokoh
Tapi tahukah kau? “Pelan tapi pasti” adalah kemewahan bagi mereka yang perutnya tak perlu bertaruh dengan waktu
Dan hari esoknya bukan sebuah teka-teki hantu
Kau bilang jangan hanya bergerak saat gairah memuncak
Jangan jadi hamba suasana hati yang mudah retak
Oh, betapa bijaknya lisan yang tak pernah dipacu lapar
Sebab bagi yang terhimpit, diam sedetik adalah lapar yang menjalar
Dan semangat bukan soal mood,
tapi soal napas yang hampir pudar
“Bersaing lah dengan dirimu yang kemarin,” ujarmu dengan lantang
Sebuah mantra indah agar kita tak melirik tetangga yang menang
Tapi itu hanyalah cara halus untuk mematikan nalar
Bahwa dunia ini tak pernah adil sejak garis start terpapar
