Kukang Jawa di Ambang Kepunahan: Dampak Masif Perburuan dan Perdagangan Ilegal
Kukang Jawa di Ambang Kepunahan: Dampak Masif Perburuan dan Perdagangan Ilegal
Oleh: Anya Fiffani — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) merupakan primata endemik Pulau Jawa yang saat ini berada dalam status Critically Endangered menurut IUCN Red List. Spesies ini memiliki peran penting dalam ekosistem hutan, terutama dalam menjaga keseimbangan ekologis melalui perannya sebagai penyebar biji dan pengendali serangga. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, populasi Kukang Jawa mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Ancaman terbesar terhadap keberlangsungan hidup spesies ini adalah perburuan dan perdagangan ilegal yang masih marak terjadi, baik melalui jalur tradisional maupun melalui platform daring.
Perdagangan ilegal Kukang Jawa umumnya didorong oleh tingginya permintaan pasar terhadap hewan peliharaan eksotik. Kukang sering dianggap sebagai satwa yang lucu, jinak, dan mudah dipelihara, padahal persepsi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan biologisnya sebagai satwa liar.
Kemudahan akses melalui media sosial semakin memperparah kondisi ini, karena transaksi jual beli dapat dilakukan secara tersembunyi dan sulit diawasi. Meskipun Kukang Jawa telah dilindungi oleh berbagai peraturan nasional dan internasional, praktik perdagangan ilegal tetap berlangsung, menunjukkan lemahnya penegakan hukum di lapangan.
