Oleh: Yudha Adinata

Nun
Izinkan aku membacamu lewat ranting yang membisu
Menunggu angin membelainya
Sembari menatap ombak yang tak henti mengelus tepian
dengan buihnya dibibir pantai

Dalam ranting yang kubaca
Ada Lam Alif yang masih setia menulis nada
Di debar deburan yang berulang
Sesekali mendayu rayu
Sesekali menghempas gegas

Baca Juga  Tuan! Uang Itu dari Pajak Kami, Bukan Keringat Nenek Moyangmu