Alex Noerdin: Menembus Batas, Menantang Arus
Oleh: Sobirin Malian — Dosen Magister Hukum UAD asal Gunung Meraksa Baru/Sedusun Ngen Mang Alex
Dalam catatan sejarah kepemimpinan daerah di Indonesia, nama Alex Noerdin berdiri sebagai simbol keberanian yang jarang tertandingi. Beliau adalah sosok yang percaya bahwa perubahan besar tidak pernah lahir dari zona nyaman. Baginya, memimpin bukan tentang mencari popularitas semu, melainkan tentang mengambil keputusan-keputusan sulit yang dampaknya mampu melintasi generasi.
Keberanian di Atas Kalkulasi Biasa
Sejak awal masa kepemimpinannya, Alex telah memilih jalan yang terjal. Ketika banyak pihak meragukan kemampuan anggaran daerah, beliau dengan berani memancangkan bendera Sekolah Gratis dan Berobat Gratis. Ini adalah risiko politik dan administratif yang besar.
Namun, bagi Alex, risiko tersebut jauh lebih kecil dibandingkan risiko melihat rakyatnya tidak bisa sekolah atau jatuh miskin karena biaya rumah sakit yang tak terjangkau. Ia lebih memilih dikritik karena kebijakan yang ambisius daripada diam dalam kemapanan yang tidak menghasilkan apa-apa bagi rakyat. Cara berfikir seperti ini, bisa jadi yang disebut orang dengan karakter!
Transformasi yang Membelah Opini
Visi Alex sering kali dianggap terlalu “berlari cepat” oleh zamannya. Pembangunan Jakabaring Sport City, misalnya, hingga kehadiran LRT pertama di Indonesia bukanlah tanpa hambatan. Di tengah sanjungan, tak jarang beliau menghadapi gelombang skeptisisme dan kritik tajam. Namun, di sinilah letak kualitas (karakter) kepemimpinan Alex Noerdin: beliau memahami betul bahwa dalam setiap langkah besar, akan selalu ada yang suka dan tidak suka.
