UBB – Polda Babel Jalin Kerja Sama, Perkuat Sinergi Antarperguruan Tinggi dan APH

BANGKA, TIMELINES.IDUniversitas Bangka Belitung (UBB) menjalin kerja sama strategis dengan Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Kamis (5/3/2026).

Kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan aparat penegak hukum (APH) dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Devi Valeriani menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara dunia akademik dan institusi kepolisian.

Baca Juga  Disparbud Bangka Sukses Gelar Exotic Bangka Fam Trip 2023, dari Wisata Bahari ke Religi
UBB – Polda Babel Jalin Kerja Sama, Perkuat Sinergi Antarperguruan Tinggi dan APH

Kolaborasi tersebut mencakup penyelenggaraan perkuliahan program sarjana dan pascasarjana melalui jalur kelas kerja sama, pembentukan pusat studi kepolisian, pengembangan kajian ilmiah dan penelitian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan terhadap berbagai program strategis di daerah.

Selain itu, kerjasama ini akan membuka peluang bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian di lingkungan kepolisian agar kedepan mahasiswa dapat melakukan penelitian di kepolisian.

“Mahasiswa dari program studi hukum maupun ilmu sosial dan ilmu politik tentu akan memiliki banyak tema penelitian yang berkaitan dengan isu-isu kepolisian,” kata Devi Valeriani dalam rilisnya kepada media usai melakukan penandatanganan PKS di ruang Betason I, Kampus Terpadu Balunijuk, Kabupaten Bangka.

Baca Juga  Pengunjung Pantai Matras Diingatkan Waspada Ombak Besar

Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Babel, Kombes Pol Rimsyahtono dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan kalangan akademisi dalam upaya menekan angka kejahatan.

Ia menuturkan bahwa pada tahun 1990-an pernah dilakukan penelitian di sebuah kota oleh akademisi dari perguruan tinggi luar negeri. Saat itu, kota tersebut memiliki sekitar 1.000 personel polisi dengan jumlah kejahatan yang hampir sebanding.