Merajut Kebersamaan di Momen Lebaran: Halalbihalal di SD Yapita Bersama Mahasiswa UINSA

Oleh: MBKM Yapita Ilmu Hadis UINSA 2026

Kegiatan halal bihalal merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam dalam mempererat hubungan antarindividu, termasuk di lingkungan sekolah. Tidak hanya sebagai ajang saling memaafkan, kegiatan ini juga menjadi sarana efektif dalam membangun karakter siswa yang lebih baik, terutama dalam hal kebersamaan dan kepedulian sosial. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa tradisi halal bihalal mengandung nilai-nilai pendidikan karakter seperti toleransi, kepedulian, serta sikap saling menghormati antar sesama[1]

Sebagaimana disampaikan oleh Bu Ike selaku guru di SD Yapita, “Kegiatan halal bihalal di sekolah sangat penting untuk dilaksanakan karena mampu mempererat tali persaudaraan antar siswa. Setelah kegiatan ini, terlihat perubahan positif pada perilaku siswa. Mereka menjadi lebih akrab, lebih peduli terhadap teman, dan pertengkaran pun mulai berkurang. Hal ini karena adanya interaksi langsung, seperti saling berjabat tangan dan berpelukan, baik dengan teman sekelas maupun dengan guru”.

Baca Juga  Ramadan, Puasa, dan Solidaritas Sesama

Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan halal bihalal memiliki peran yang sangat penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di lingkungan sekolah.

Dalam kajian lain juga disebutkan bahwa halal bihalal tidak hanya sebagai tradisi, tetapi juga sebagai media pendidikan yang menanamkan nilai silaturahmi dan saling memaafkan dalam kehidupan sosial.[2] Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar untuk saling memaafkan, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian, serta mengurangi konflik antar teman. Dengan demikian, halal bihalal menjadi salah satu upaya efektif dalam membentuk karakter siswa yang lebih baik.

Tujuan utama diadakannya halal bihalal tahun ini adalah untuk memperkuat hubungan antar siswa serta menjalin kedekatan antara siswa dan guru. Dengan adanya hubungan yang harmonis, suasana belajar di sekolah menjadi lebih nyaman dan kondusif. Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai penting kepada siswa, seperti sikap saling memaafkan, menghargai, serta menjalin persaudaraan.

Baca Juga  Merajut Kebersamaan, PT Timah Dukung Halalbihalal Musyawarah Keluarga Masyarakat Bangka

Hal ini juga diperkuat oleh penelitian yang menyebutkan bahwa nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis, khususnya dalam membangun ukhuwah dan sikap saling memaafkan.[3] Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa tidak mudah terlibat dalam konflik dan mampu menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya.

Kegiatan halal bihalal di sekolah ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun., kegiatan ini sudah menjadi tradisi yang terus dijaga sebagai bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Pada pelaksanaan tahun ini, kegiatan dilakukan dengan konsep yang lebih sederhana namun tetap bermakna.

Baca Juga  Usai Dilantik, Menpora Dito Ariotedjo Ungkap Arahan Presiden Jokowi