Siasat di Balik Lonjakan Harga BBM, saat Pejabat Bangka Barat Mulai Gonta-ganti Tunggangan

BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Deru mesin kendaraan di jalanan Bangka Barat kini terasa lebih “mahal”. Sejak 18 April 2026, grafik harga di papan pengumuman SPBU berubah drastis.

Kebijakan pusat yang melepas harga BBM nonsubsidi ke mekanisme pasar memaksa semua kalangan termasuk para pemangku kebijakan di daerah untuk mengurut dada.

Bupati Bangka Barat, Markus, tampak tenang namun realistis menanggapi fenomena ini. Baginya, lonjakan harga adalah realitas yang tidak bisa diintervensi oleh pemerintah daerah.

“Kalau nonsubsidi itu otomatis mengikuti harga pasar. Kita di daerah hanya mengikuti kebijakan pusat,” ujar Markus saat berbincang dengan awak media, Jumat (24/4/2024).

Baca Juga  KPU Bangka Barat Belum Pastikan Titik Terlarang Pemasangan APK, Ini Penyebabnya

Data dari Pertamina mencatat angka yang cukup mencolok. Pertamax Turbo yang sebelumnya di angka Rp13.350 kini melambung ke Rp19.850 per liter. Nasib serupa dialami pengguna Dexlite dan Pertamina Dex yang kini kompak bertengger di angka Rp24.450 per liter. Beruntung, bagi pengguna Pertamax dan Pertamax Green 95, harga masih tertahan di angka Rp12.300 dan Rp12.900.

Menariknya, kenaikan ini tidak hanya memukul dompet masyarakat umum. Operasional kendaraan dinas orang nomor satu di Bangka Barat ini pun ikut terdampak.

Markus menegaskan, kendaraan operasional Bupati, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah wajib menenggak BBM nonsubsidi.