Andalkan Data Tunggal, Bangka Tengah Bidik Kemiskinan Turun ke 5,12 Persen pada 2026

BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) terus memperkuat tata kelola data sebagai dasar perencanaan pembangunan dan upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Kerja (Raker) Coaching Clinic Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3–4 Juni 2026, di Ruang Rapat Besar Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Tengah ini diinisiasi oleh Bidang Statistik Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Bangka Tengah.

Baca Juga  Irmawati Resmi Jadi Anggota DPRD Bateng

Raker tersebut bertujuan menyamakan persepsi, meningkatkan tata kelola data, serta memperkuat kapasitas teknis perangkat daerah, kecamatan, hingga pemerintah desa dalam pemanfaatan DTSEN.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam, menegaskan bahwa data merupakan aset strategis yang menentukan keberhasilan tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah, termasuk dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Data menjadi salah satu faktor utama berhasil atau tidaknya tujuan pembangunan yang kita rencanakan. Data adalah kekuatan strategis. Karena itu, semangat Perpres Nomor 39 tentang Satu Data Indonesia telah kami implementasikan melalui inovasi daerah yang dikenal dengan SIKOK DATA,” ujar Nizam, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, pemanfaatan DTSEN perlu dilakukan secara sistematis dan memiliki dasar formal agar dapat digunakan oleh seluruh sektor pembangunan. Karena itu, kegiatan ini dikemas dalam bentuk rapat kerja, bukan sekadar rapat koordinasi.

Baca Juga  Pulau Gelasa: Potensi Ekonomi Baru Berbasis Wisata dan Konservasi Dunia