“Kita masih menunggu hasil laboratorium. Saat ini belum bisa dipastikan limbah itu dari mana,” ucapnya.

Abdul menduga ini ada kaitan dengan aktivitas tambak udang dikawasan tersebut. Meski jaraknya tambak tersebut jauh akan tetapi sumber air yang digunakan berasal dari satu titik.

“Disini memang ada tambang dan tambang udang. Tapi kalau melihat dari kejadian yang ada di Pantau Penganak ini diduga seperti limbah dari Tambak Udang. Memang jaraknya jauh, tapi airnya satu lokasi. Tapi kan arusnya kalo lagi ke barat dia lari kesini. Kami menduga asalnya dari tambak udang karena mirip dengan kejadian di Penganak dulu. Tapi kita tunggu dulu hasil lab nya untuk memastikan,” kata dia

Baca Juga  Hadiah Akhir Tahun, RSUD Depati Hamzah Paripurna

Sebagai pelaku pariwisata, Abdul Khodir mengkhawatirkan apabila kejadian ini berlarut – larut tanpa ada perhatian dari Pemerintah, maka masa depan pariwisata dan UMKM Pantai yang bergantung hidup di lokasi akan suram.

“Kalau pengunjung lihat kondisinya sepertinya otomatis objek wisata yang kamu kelola dan nasib para UMKM yang menggantungkan hidup disini akan hilang. Kami mohon pemerintah terkait dan para pelaku usaha menindaklanjuti kejadian ini agar tak terulang lagi,” harapnya.