Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), konsumsi gula maksimal dalam sehari adalah empat sendok makan. Jika lebih dari itu, risiko penyakit diabetes mellitus alias kencing manis bisa meningkat berlipat ganda.
Coba Anda bayangkan. Pada satu gelas kopi, Anda mungkin sudah menambahkan satu hingga dua sendok makan gula ke dalamnya. Belum lagi gula-gula yang berasal dari makanan atau minuman lain yang Anda konsumsi di hari yang sama. Jadi, jumlah gula yang dikonsumsi di hari itu bisa lebih dari batas maksimal yang dianjurkan oleh Kemenkes RI, bukan?

Kopi campur susu atau krimer


Susu merupakan salah satu sumber kalsium yang baik untuk tubuh. Di sisi lain, kandungan lemak di dalam susu juga cukup tinggi. Itu artinya, dengan mencampur susu pada kopi yang Anda konsumsi, pasokan lemak yang masuk ke dalam tubuh juga bisa melonjak tinggi. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya berat badan berlebih atau obesitas, yang komplikasinya adalah diabetes, penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

Baca Juga  Hari Bumi dan Nasib Pulau Bangka Belitung: Ketika Alam Tidak Lagi Bisa Dipisahkan dari Soal Keadilan Sosial


Bagaimana dengan krimer? Pengganti susu seperti krimer atau whipped cream juga umumnya mengandung kadar lemak yang tinggi. Sama halnya dengan susu, mencampur kopi dengan krimer atau whipped cream juga berpotensi menyebabkan terjadinya berat badan berlebih atau obesitas.


Jadi kesimpulannya, kopi hitam murni tanpa campuran gula, susu, atau krimer adalah yang terbaik bagi kesehatan. Namun, apabila Anda adalah penggemar berat kopi susu, pilihlah jenis susu atau krimer rendah lemak sebagai campurannya.


Terlepas dari mana yang terbaik, pastikan bahwa Anda tidak mengonsumsi kopi secara berlebihan. Bagaimana dengan anda, sudahkah Sruput Kopi Hari ini?